Monday, September 12, 2011

Dipijat, Bayi Lebih Bugar dan Tenang

PIJAT merupakan terapi sentuh kuno yang mujarab. Teknik tekanan dan pengurutan pada pijat diyakini memperlancar peredaran darah serta memberikan kebugaran pada tubuh. Tak heran jika banyak yang memilih pijat saat tubuh mulai terasa pegal-pegal. Pada bayi, pijat tidak sekadar memberikan kebugaran. Sentuhan tangan juga berkontribusi penting dalam memberikan ketenangan.
Nita Ratna Dewanti SpA, spesialis anak RS Premier Bintaro, menyatakan, proses kelahiran sejatinya merupakan pengalaman traumatis bagi bayi. Saat dilahirkan; bayi meninggalkan "sarangnya" yang nyaman dan tenang di rahim. Karena itulah, bayi membutuhkan sentuhan-sentuhan yang menenangkan. Salah satunya melalui pijatan.
Di kampung Phuljar saja, bayi disentuh, jangan pelit menyentuh bayi Anda. :)
Source: http://www.guardian.co.uk/millenniumgoals/graphic/0,,1563962,00.html




Aktivitas skin to skin dengan sentuhan penuh kasih sayang, terang Nita, akan merangsang hormon yang memberikan rasa senang dan aman sehingga tubuh menjadi rileks. Jika tubuh nyaman, sel-sel akan tumbuh dengan baik dan secara otomatis membantu tumbuh kembang bayi.
"Jika bayi senang dan tenang, daya tahan tubuh pun meningkat sehingga bayi akan jarang sakit, ungkapnya. Tidur buah hati juga lebih nyenyak. Pada bayi yang lebih besar, usia 3-4 bulan, pemijatan bisa meningkatkan konsentrasi sehingga mereka bisa berfokus tatkala ibu memberikan stimulasi dini.
Meski yang dipijat adalah bayi, ibu juga merasakan manfaatnya. Sentuhan antara dua kulit ikut menghantarkan perasaan tenang pada ibu sehingga ibu pun secara langsung merasakan ketenangan serta kenyamanan si buah hati. Perasaan itu berdampak positif terhadap produksi ASI yang meningkat.
Idealnya pemijatan dilakukan sedini mungkin. Bisa dimulai sejak bayi dilahirkan. Lebih cepat pijat dilakukan, bayi akan mendapatkan manfaat lebih besar. Pada bayi prematur pun, pemijatan tidak dilarang. Pemijatan justru membantu menambah berat badan dan tumbuh kembangnya.
Niniek Soetini SSTFt, kepala Unit Fisioterapi RS Siloam Surabaya, menyatakan, pada bayi prematur, pemijatan akan meningkatkan nafsu makan sehingga mereka bisa meminum susu lebih giat. Dengan demikian, berat badan mereka bisa meningkat pesat. "Berat badan yang terus membaik akan memperpendek masa opname dan mereka bisa keluar rumah sakit lebih cepat,” ungkapnya.
Meski demikian, khusus bayi prematur, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Kondisi klinisnya harus diperhatikan betul. Harus benar-benar stabil di mana mereka sudah tidak bergantung pada infus maupun oksigen.
Pemijatan bayi diharapkan bisa rutin dilakukan setiap hari hingga usia bayi tuntas. Kalaupun orang tua terus melanjutkan pijat hingga usia anak, itu pun tak menjadi soal. Sebab, pada dasarnya, pemijatan merupakan pengalaman menyenangkan bagi anak.
Kapan melakukannya? Tidak ada patokan. Kapan saja boleh. Tapi, disarankan pemijatan dilakukan saat pagi sebelum orang tua dan anak memulai hari. Atau, malam menjelang bayi tidur. Pemijatan pada waktu tersebut akan sangat membantu bayi tidur lebih nyenyak
Pemijatan bisa dilakukan setiap hari. Jika tak punya banyak waktu, dua minggu sekali pun cukup. "Setelah dua minggu, bayi mulai kecapaian. Juga, sebaiknya jangan lebih dari dua minggu. Sebab, lebih dari itu, daya tahan tubuh sudah menurun. Anak mulai batuk atau flu," kata Niniek.
Sebagai pelumas pijat, orang tua bisa menggunakan lotion atau pun baby oil. Menggunakan pelumas minyak jenis lain pun boleh. Hanya, penggunaannya perlu diperhatikan. Jika setelah diolesi anak mengalami alergi atau iritasi, sebaiknya jangan diteruskan.
Gangguan tersebut biasanya ditandai dengan warna kemerahan pada kulit. Kemungkinan terjadinya alergi maupun iritasi memang ada. Sebab, lapisan luar kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif. Bahan-bahan yang terkandung di dalam minyak oles bisa memberikan reaksi pada kulit.
Untuk pemijat, siapa pun boleh melakukan. Namun, memang alangkah baiknya jika yang memijat adalah orang-orang terdekat agar bayi merasa dekat dan akrab. Selain ayah, nenek dan kakek penting dilibatkan agar muncul ikatan yang kuat antara si pemijat dan bayi. Alangkah baiknya juga dilakukan rutin oleh si ibu karena aktivitas itu akan menimbulkan memori menyenangkan pada bayi dan akan terbawa terus hingga dewasa.
Melibatkan kakek dan nenek pada aktivitas pemijatan juga akan memberikan kontribusi positif. Niniek menambahkan, melibatkan kakek dan nenek akan bermakna bahwa mereka masih sangat dibutuhkan. Dengan begitu, semangat hidup mereka akan meningkat. Perasaan bersemangat itu berdampak positif terhadap daya tahan tubuh. 
"Sebuah penelitian mengungkapkan, kakek-nenek yang ikut dilibatkan dalam pemijatan terbukti jarang mengunjungi dokter dan jarang sakit," katanya. (ign/c5/ami)



No comments:

Post a Comment