Saturday, September 17, 2011

Peran Besar Suami Saat Istri Hamil (Bagian 2)

Wahai para suami siaga, pada posting sebelumnya, sudah diposting 3 hal yang bisa bahkan harus Anda berikan kepada istri Anda, yang sedang hamil ! Berikut lanjutannya ... Semoga bermanfaat.


4. Beri Ruang Pribadi

Menambah frekuensi berkomunikasi dengan istri juga bisa membantu menenangkan ketegangannya, sekaligus menumbuhkan optimisme baginya. Tapi Anda harus menyadari, menjadi seorang pelindung bukan berarti harus selalu berada di dekatnya.

Istri, secara manusiawi pun membutuhkan waktu tertentu untuk menikmati kehidupannya sendiri, terutama untuk menikmati perubahan besar yang sedang dialaminya. Ia akan sangat menghargai bila pada saat tepat suami membiarkannya menikmati jalan-jalan sendiri. Tapi yakinkan sekalipun ia bisa sendiri, usahakan selalu siap kapan pun ia membutuhkan Anda.

5. Memanjakannya

Kehamilan, baik pada awal atau akhir kehamilan dapat memudahkan kelelahan pada wanita. Di awal kehamilan, saat ia beradaptasi dengan janin yang baru tumbuh di rahimnya, ia sering merasa mual, malas makan, atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Sedang menjelang kelahiran, beban tubuhnya yang meningkat berat sering membuatnya mudah kelelahan.

Jangan marah-marah bila istri berlaku demikian. Justru jika biasanya Anda yang dilayani, kini saatnya Anda melayaninya. Kalau perlu buatkan atau belikan masakan kesukaannya agar ia mau makan. Begitu juga bila ada pekerjaan rutin di rumah yang tak bares, cuci pakaian atau cuci piring, jangan segan untuk turun tangan.

6. Beri Jaminan

Salah satu sisi psikologis dari perubahan selama kehamilan adalah meningkatnya rasa tak aman dan tak nyaman pada wanita, baik pada penampilan fisik atau secara emosi. Seperti disebut di atas, perasaan ini disebabkan karena perubahan tubuhnya yang lain dari biasanya. Peran besar suami dengan memberi jaminan bahwa ia tetap menarik dalam kehamilannya dan keadaan ini tak mengurangi kadar cinta Anda padanya.

Tak hanya dalam kata-kata, buktikan pula melalui sikap dengan memberi perhatian penuh padanya di mana pun Anda berada. Saat di kantor, tingkatkan frekuensi telepon Anda. Bila biasanya hanya menelepon sekali, jadikan dua kali sehari. Saat keluar berdua pun, tunjukkan perhatian Anda. Setidaknya gandenglah tangannya meskipun Anda "merasa risih" dipandang masyarakat umum.

7. Perhatikan Kesehatannya

Sesibuk apa pun pekerjaan Anda, jangan lupa menemaninya saat melakukan kontrol ke dokter. Perlu Anda ketahui, istri akan merasa aman bila ditemani sang suami. Selain itu, ini menunjukkan Anda juga perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan bayi dalam kandungannya. Dukungan penuh terhadap apa yang dilakukan istri membuatnya ia tak merasa kehilangan kehangatannya dengan Anda.

Saat ia tak enak badan, bila memungkinkan tinggalkan kantor sejenak untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja. Kalau Anda tak yakin dengan kondisinya, ajak ia periksa ke dokter karena mungkin ia memerlukan perawatan yang lebih serius. (Eighty)
Surabaya Post

No comments:

Post a Comment