Tuesday, September 6, 2011

Rencanakan Kehamilan untuk Bayi yang Sehat


Persiapan sebelum kehamilan
penting dilakukan. Selain membantu
mempersiapkan kehamilan sehat,
itu dilakukan untuk melindungi
janin dari hal-hal berbahaya selama
masa kehamilan dan terlahir dengan
kelainan bawaan (kongenital).

Di antara 1.000 kelahiran, sedikitnya 15 bayi lahir dengan kelainan kongenital. Kejadiannya pa-ling banyak terdapat di negara-negara miskin dan berkembang, termasuk Indonesia. Kelainan kongenital adalah kelainan struktur organ bayi yang timbul sejak terjadinya konsepsi (pembuahan) sel telur atau pada saat trimester pertama kehamilan.

Salah satu di antara beberapa kelainan bawaan yang kerap terjadi adalah
bibir sumbing (cacat celah bibir atau langit-langit). Setidaknya satu di antara 600 anak yang lahir di dunia ini adalah penderita celah bibir dan/atau langit-langit. Kelainan bawaan yang lain adalah neural tube defects (NTD) dan hidrosefalus. Di Amerika Serikat, setiap tahun sekitar 4.000 kehamilan mengalami NTD. Sementara yang mengalami hidrosefalus adalah 0,2–4 setiap 1.000 kelahiran. Insidensi hidrosefalus kongenital adalah 0,5–1,8 pada tiap 1.000 kelahiran dan 11–43 persen.

Kelainan bawaan muncul karena multifaktorial. Bisa disebabkan infeksi virus, penyakit, maupun aids atau kebiasaan ibu yang tidak sehat, seperti merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol. Nah, karena kondisi tubuh ibu sekarang bisa memberikan pengaruh sedemikian besar, ada baiknya jika kehamilan dipersiapkan betul agar janin terlahir dengan sehat.

Dokter Budi Santoso SpOG(K), konsultan Obstetri dan Ginekologi RSUD dr Soetomo, Surabaya, mengatakan bahwa persiapan kehamilan dimulai dengan memeriksa fisik untuk memastikan ibu tidak mengalami masalah kesehatan selama kehamilan. Pap smear dan pemeriksaan payudara termasuk dalam pemeriksaan fisik.

Dan, yang tidak kalah penting adalah tes laboratorium untuk pemeriksaan IgG dan IgM untuk screening ada tidaknya penyakit infeksi. "Infeksi virus yang perlu diwaspadai seperti TORCH (toksoplasma, rubela, cytomegalovirus, dan herpes)," ungkap dokter yang juga tercatat sebagai anggota POGI Jatim itu.

Kumpulan virus-virus itu dapat membahayakan kehamilan dan janin. Toksoplasma merupakan faktor risiko terjadinya abortus, kelahiran prematur, dan hidrosefalus. Virus rubela bisa mengakibatkan ketulian. Sementara itu, adanya cytomegalovirus bisa mengakibatkan keguguran dan bayi terlahir mati. Sedangkan vi-ms herpes menyebabkan kecacatan pada bayi.

Jika perlu, dilakukan pemeriksaan enzim seperti glukosa-6 fosfat dehidrogenase (G6PD). Jumlah enzim G6PD yang kurang dari 10 persen atau defisiensi G6PD akan memicu anemia dan angka kematian bayi. Kadar enzim G6PD yang kurang dari 10 persen menyebabkan seseorang menjadi bersifat antioksidan sehingga mudah mengalami anemia, keguguran, dan bayi mati dalam kandungan. Ibu yang memiliki riwayat penyakit seperti hepatitis dan diabetes, saran Budi, sebaiknya melakukan konseling pra kehamilan. Sebab, dengan adanya dua penyakit itu, ibu harus mewaspadai beberapa hal. Ibu dengan diabetes akan berisiko melahirkan bayi besar (giant baby).

Selama kehamilan, ibu dengan diabetes tidak diperkenankan mengonsumsi obat-obat diabetes karena dapat menimbulkan kecacatan pada bayi. Untuk keamanan, obat-obatan tersebut digantikan dengan insulin. Sementara ibu dengan hepatitis setelah melahirkan sebaiknya tidak menyusui. Sebab, itu akan berpotensi menularkan virus hepatitis kepada bayi. Bagaimana makanan? Menurut Budi, jika setelah pemeriksaan kondisi ibu dinyatakan sehat, ibu harus menjaga kondisi tubuh dengan makanan bergizi dan lengkap. Komposisi empat sehat lima sempurna sudah cukup bagi calon ibu. Tetapi, untuk ibu-ibu dengan riwayat penyakit tertentu memang ada pengaturan pola makan. Misalnya, ibu dengan diabetes sebaiknya tidak banyak mengonsumsi makanan tinggi gula supaya tidak melahirkan bayi besar. Contoh yang lain, ibu dengan defisiensi G6PD sebaiknya menghindari konsumsi makanan berbahan kacang-kacangan.

Beberapa bahan memang disarankan untuk dikonsumsi. Misalnya, asam folat. Asam folat dibutuhkan untuk kesempurnaan pertumbuhan otak dan juga organ-organ janin yang lain. Ibu yang kekurangan asam folat akan berisiko melahirkan bayi dengan NTD.

Kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol, sebaiknya juga harms mulai dihentikan jika merencanakan kehamilan. Nikotin di dalam tubuh akan berefek jelek bagi calon bayi dan bisa mengakibatkan kelainan kongenital. (ign/c4lami) 
JP Mg/02/05/10/H5







No comments:

Post a Comment